[Bahasa] South Korea Visa Application Experience!

Friday, July 26, 2019 Dinda Naya 0 Comments


image is from NU'EST - Happily Ever After


Hi everyone!



Hari ini postingannya agak sedikit berbeda, karena aku akan menggunakan Bahasa Indonesia (yang akan dicampur-campur dengan Bahasa Inggris, karena jujur aku nggak pinter pakai Bahasa Indonesia tertulis yang baik dan benar, hahaha). Alasannya, karena aku mau sharing tentang pengalaman aku apply visa untuk ke Korea Selatan. Dari artikel-artikel yang kubaca, semuanya artikelnya nggak ter-update. Semoga aja, kalau kalian lagi mencari info pengalaman apply visa ke Korea, post aku ini bisa jadi referensi yang baik untuk kalian ya! Berhubung aku akan menceritakan pengalamanku secara lengkap, artikelnya akan sedikit panjang, nih. Maksudnya, siap-siap aja baca teks nggak habis-habis.

---

Today's post is gonna be slightly different as it is for my Indonesian readers, thus the reason for it being in Bahasa Indonesia (although I must say, I'm not the perfect example for Bahasa writing as I personally would think that I suck at it even though I'm born and raised Indonesian). The reason why this article is in Bahasa because I want to explain how I, an Indonesian, receive my South Korea visa and I think this would only apply for Indonesian only. I googled tons before applying for my visa, and pretty much the articles I read were outdated. In that sense, I hope that my post right here would help you guys if you are seeking some answers before submitting your application! Just a disclaimer, it's gonna be a super long post so if you're not interested in this, you can skip this post but if this is what you're looking for, then buckle up because it's gonna be a long ride!

---

Jadi, pengalaman aku bikin visa bisa dibilang nggak unik-unik banget sih, tapi yang jelas banyak menduga-duganya dan banyak hal yang bikin aku mikir: “ah, coba aku tau ya”.

Awalnya, (sebenarnya aku nggak tau ini salah atau benar, tapi yang jelas bikin deg-degan) aku beli tiket ke Korea terlebih dahulu (daripada bikin visanya). Tujuannya biar jelas, biar trip-nya beneran kejadian. Aku beli setahun lebih sebelum kepergianku (lama banget kan!). Alasannya jelas, tiketnya jauh lebih murah, dikarenakan aku beli saat GOTF (Garuda Online Travel Fair). Baru setelah beli tiket (yang btw, agak impulsif HEHE), aku list lah apa yang harus kusiapkan, seperti akomodasi, wifi/internet saat di Korea, dan tentu saja Visa.

Saat mencari info-info untuk pembuatan visa, banyak sekali artikel tentang cara pembuatan visa yang berbeda-beda. Untuk aku sendiri, aku apply untuk visa dengan tujuan wisata (Visa Wisata Umum, C-3-9). Visa ini jenisnya single entry.

Kemudian aku mendapat informasi tentang KVAC (Korea Visa Application Center). Sepanjang aku berkomunikasi dengan mereka, pelayanannya sangat memuaskan. Pertanyaanku dijawab dengan baik dan waktu pembalasannya pun tidak lama. Aku menghubungi mereka awalnya melalui e-mail (info@visaforkorea-in.com), namun setelah beberapa lama, aku menghubungi mereka via Whatsapp (+62 812-9339-5148, chat only) karena lebih mudah dan lebih cepat. Oh ya, jangan lupa mereka bekerja dan akan membalas di jam operasional mereka saja, yaitu di jam 09.00 - 17.00. Mereka tidak beroperasi di hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional Indonesia dan Korea.


Untuk pengajuan visa, kita dapat datang langsung ke KVAC yang berlokasi di Lotte Shopping Avenue Ciputra World 1 Unit 5f-05 A lt.05. Untuk biaya pembuatan visanya sendiri, aku diinformasikan biaya single visa C-3-9 sebesar Rp. 780.000.

Sedangkan ini adalah daftar dokumen yang diperlukan untuk pembuatan visa C-3-9 Korea Selatan:

1. Formulir Permohonan Visa (bisa klik link disini ya untuk formnya).
2. Pas Foto 1 lembar (3.5 cm x 4.5 cm) warna putih ditempel di formulir dan ekstra foto 1 lembar.
3. Paspor asli dan fotokopi paspor (halaman identitas aja) 1 lembar.
4. Surat keterangan kerja asli (jika berkerja), surat keterangan pelajar asli (jika pelajar), fotokopi SIUP (jika wiraswasta)
5. Fotokopi Kartu Keluarga
6. Fotokopi KTP
7. Dokumen keuangan (pilih 2, yang di-bold yang aku pilih)
- Rekening koran 3 bulan terakhir asli
- Slip gaji
- Daftar transaksi penggunaan kartu kredit 3 bulan terakhir
- Bukti kepemilikan kendaraan atau rumah
- Dokumen bukti pembayaran pajak (SPT)

Sedikit info, setauku sekarang untuk group dengan minimal 5 orang, dapat mengajukan visa secara online. Namun karena aku sendiri tidak apply visa secara online, aku tidak dapat memastikan apa-apa. Kalau kalian ingin tau lebih lanjut, bisa langsung bertanya ke KVAC-nya ya!

Keberangkatanku ke Korea Selatan adalah di bulan September 2019. Di artikel yang kubaca, ada informasi bahwa jika pengajuan visa ditolak, maka kamu harus menunggu 3 bulan setelah pengajuanmu ditolak sebelum kamu bisa mengajukan visa kembali. Dengan asumsi tersebut, aku mengajukan visa di tanggal 28 Mei 2019, jaga-jaga kalau worst case scenario-nya visaku ditolak. Nah ternyata, jenis visa yang kupilih hanya berlaku selama 3 bulan setelah visa tersebut di approve. Seandainya aku jadi mengajukan di bulan Mei, visanya malah akan mati di bulan September, sehingga petugasnya menyarankan aku untuk apply visa di bulan Juni akhir / Juli awal aja. Akhirnya sudah susah-susah ke Kuningan, aku pulang tanpa mengajukan visaku.

Setelah itu, aku review lagi dokumenku dan ternyata ada beberapa poin yang harus diperhatikan (ini aku sadar setelah membuat koreksi di dokumen aku sendiri):

1. Di kolom 1.7 National Identity No., yang harus diisi adalah no. KTP kamu (bukan no. passport. Untuk no. passport kamu, ada kolomnya sendiri).
2. Di kolom 9. Funding Details, kalau kamu yang akan membiayai perjalananmu sendiri, ditulisnya myself/namamu, relationship to you-nya boleh dikosongkan, dan type of support diisi financial. Kalau ada orang yang membantu di bagian tersebut (misalnya orang tuamu membantu memberimu sedikit uang untuk membantu perjalananmu), maka tidak perlu diisi. Lain ceritanya jika kamu masih bersekolah dan financial perjalananmu di-support sepenuhnya oleh orang lain ya! Untuk kasus yang lainnya, sekali lagi kamu bisa tanyakan langsung ke KVAC-nya ya.
3. Di kolom 7.5 Contact No. in Korea, nomor yang kamu tulis adalah nomor kontak di Korea, bisa diisi nomor guide selama di Korea atau nomor telepon penginapan atau hotel.
4. Bagaimana jika kamu memiliki 2 tabungan di bank yang berbeda? Kamu bisa mencantumkan keduanya (hanya 3 bulan terakhi ya!) sebagai bahan pertimbangan konsulat. Misalnya, rekening di bank A adalah rekening dimana kamu menerima gajimu dan rekening di bank B adalah rekening tabunganmu.
5. Akan lebih baik jika kamu sudah mengurutkan dokumen kamu sesuai urutan, sehingga prosesnya lebih cepat (dan lebih rapi!). Untuk urutan dokumennya adalah: formulir, fotokopi paspor, fotokopi ktp, surat keterangan kerja/pelajar, dokumen keuangan, fotokopi kartu keluarga. Untuk dokumen keuangan, memang benar hanya memilih 2, namun menurut KVAC, mereka menyarankan bahwa salah satunya adalah rekening koran 3 bulan terakhir.

Dokumenku sudah siap, akupun mengajukan visa di tanggal 12 Juli 2019 bersama teman-temanku. Aku sarankan untuk mengajukan visa di pagi hari, karena setelah dua kali aku kesana, suasananya lebih sepi dan prosesnya lumayan cepat (kedua kali aku beruntung karena aku langsung dipanggil setelah aku mengambil nomor antrian).

Saat aku mengajukan, aku bertanya kepada petugasnya apakah aku boleh mencantumkan 3 dokumen keuangan (jujur saat ini aku was-was takut ditolak jadi aku siapkan dokumen ekstra sebanyak-banyaknya). Petugasnya memperbolehkan aku untuk mencantumkan 3 dokumen keuangan. Kemudian petugas tersebut me-review dokumen yang kuajukan. Ternyata, ada beberapa dokumen yang bermasalah:

1. Rekening koran (dari bank BCA) yang aku print sendiri melalui Klik BCA. Dokumen tersebut tetap diambil oleh petugasnya karena aku mencantumkan 3 dokumen keuangan, namun menurutnya dokumen tersebut seharusnya tidak dapat diterima karena tidak ada cap basah dari bank yang mengeluarkan rekening koran tersebut. Jadi untuk amannya, kamu bisa langsung ke bank dan meminta bank tersebut untuk mencetaknya untukmu. Untuk BCA, kalian tidak harus ke cabang bank dimana kalian membuka tabungan kok. Kalau dari KVAC, bank BCA terdekat yang bisa kalian kunjungi berlokasi di Oakwood Mega Kuningan.
2. Rekening koran dari Jenius. Ternyata untuk saat ini KVAC belum bisa menerima rekening koran (bentuk fisik e-Statement/e-Statement yang di print) dari Jenius karena kalau menurut petugasnya, Jenius tidak memiliki bank fisik. Jadi kalau kalian menggunakan fitur Dream Saver dari Jenius untuk menabung, jangan lupa tabungan tersebut dipindahkan ke bank utama kalian.

Setelah sudah, aku membayar biaya visa, yang ternyata totalnya adalah Rp. 772.000. Saat itu aku menyiapkan uang lebih (untuk jaga-jaga aja sih).

Ini kaya receiptnya gitu fren, nanti akan dikasih ke kalian bersamaan dengan tanda terimanya (disteples)

Nah, datanglah saat paling deg-degan, menunggu kabar visanya! Setelah kamu membayar biaya pengajuan visa, kamu akan menerima SMS bahwa visamu sedang dalam proses. Seharusnya, visa kamu dapat diterima setelah 6 hari kerja (untuk aku seharusnya bisa diambil di tanggal 22 Juli 2019), bisa lebih cepat dan bisa lebih lama. Selama periode menunggu, kamu bisa check status visamu di websitenya. Oh ya, untuk tau status visamu hanya bisa online ya! Nah, aku baca dari artikel-artikel kalau di hari yang sama dengan hari kamu mengajukan visa, kamu bisa check status visa kamu menjadi visa on process / application on process. Tapi, untuk kasusku setelah aku check ternyata statusnya "No search data has been found". Akhirnya aku memutuskan untuk tetap sabar aja menunggu. Tapi setelah seminggu, kok statusnya gak berubah. Gak mungkin dong, visanya gak ketemu. Deg-degan, tapi berusaha tetap positif, akhirnya tetap nungguin sampe hari H.

Di tanggal 22 Juni, aku coba check lagi di situsnya, tapi datanya tetap gak ketemu. Akhirnya aku contact lagi KVAC. Ternyata, kesalahannya ada di aku. Jadi friends, cara checknya ternyata begini:

Check via web https://www.visa.go.kr:
1. Pilih Check Application Status
2. Pilih Check Application Status & Print
3. Type of application pilih "Visa Application Center"
4. Kolom Application no dikosongkan
5. Inputkan passport no (tanpa spasi), nama dalam tulisan alfabet [nama belakang] [spasi] [nama depan] [spasi] [nama tengah jika ada], dan tanggal lahir
6. Klik Search

Salahnya di aku, aku menulis namanya [nama depan] [nama belakang], makanya datanya nggak ketemu. Setelah aku check, keluarnya seperti ini:



Seperti yang kalian lihat, datanya menunjukkan bahwa passport returned (FYI, ini aku check di tanggal 22, tanggal aku seharusnya sudah bisa mengambil passportku. Kebetulan, aku tidak bisa ambil hari itu). Aku tanya lagi ke KVAC kalau hasilnya seperti itu, apakah visaku di approve, ataukah di reject? Kalau menurut KVAC, untuk status ini biasanya approved, karena kalau ditolak ini statusnya denied. Namun, untuk memastikannya hanya bisa disaat kita ambil passportnya (deg-degan kita tuh ya…). Mungkin di hari-hari sebelumnya, statusnya berubah menjadi approved/denied, namun karena aku nggak nanya sampai hari H, status visaku jadi nggak ketahuan.

Sedikit info untuk pengambilannya, disarankan untuk tidak lebih dari satu bulan sejak tanggal pengambilan. Kalau diwakilkan juga harus membawa tanda terima asli, fotokopi KTP pemohon dan yang mewakilkan.

Nah akhirnya di tanggal 23 Juli aku dan teman-temanku kembali lagi ke KVAC. Disana kami mengambil satu nomor antrian saja karena ambilnya barengan. Akhirnya the moment of truth, visanya di approve atau di reject!

Setelah aku dan teman-temanku memberikan tanda terima kita masing-masing, petugasnya mengambil passport kita dan kamipun menerima passport kami masing-masing. Thank God semuanya lolos! Rasanya super lega dan happy, ke Korea bukan sekedar wacana lagi deh! 🎊🎉🎊

fresh visa!

Sekian saja pengalamanku untuk apply visa ke Korea Selatan. Aku pernah baca juga di salah satu platform media online bahwa pengajuan visa Korea Selatan tidak sesusah itu, namun memang dokumen yang disiapkan banyak dan untuk apply visa kemanapun harus lebih teliti dalam mempersiapkannya. Nah selanjutnya, aku mau menjawab beberapa pertanyaan yang kayaknya ditanyakan banyak orang juga yaa:

Isi tabungan minimalnya berapa sih?
Untuk yang ini aku nggak punya jawaban pasti, karena dari pihak KVAC-nya sendiri tidak meng-state jumlahnya. Kalau tips-tips artikel yang kuikuti; sebaiknya jangan ada jumlah uang besar yang mendadak masuk ke rekening (misalnya pinjam ke orang lain untuk sekedar mempercantik jumlah rekening di bulan sebelum apply visa) karena ada kemungkinan pihak yang me-review visa kamu bisa menandai hal tersebut sebagai tindakan/uang yang mencurigakan. Aku sendiri menyiapkan uang setidaknya IDR 1.000.000/hari aku tinggal di Korea. Jadi semisalnya aku pergi seminggu, total uang yang kusiapkan sejumlah IDR 7.000.000.
Rekening koranku (yang walaupun sebenarnya tidak diterima, karena tidak ada cap basah — tapi tetap diambil, mungkin agar bisa dijadikan konsiderasi untuk konsulatnya) juga aktif (aktif disini ada uang yang keluar masuk di jumlah yang sewajarnya), personally aku rasa ini penting agar pihak yang me-review tau bahwa kamu tidak akan jadi gelandangan di negaranya.

Bentuk lokasinya seperti apa sih?
Seperti ini:


image bukan milikku, ini aku ambil dari image dari Google


Tempatnya bersih dan nyaman. Karena cepat, aku tidak sempat lihat-lihat. Loketnya pun banyak jadi waktu menunggu tidak lama. Oh, KVAC ini juga tetap buka di jam makan siang loh. Selain itu karena lokasinya di Lotte Shopping Avenue, setelah dari situ bisa jajan deh hahaha.

Ketentuan foto visa untuk Korea Selatan bagaimana sih?
Sedikit lanjutan dari poin yang sudah ditulis diatas, disarankan untuk tidak memakai contact lens berwarna, dan aku sendiri sih memakai anting yang lumayan besar TAPI deg-degan takut nggak lolos sebenernya, jadi amannya pakai anting ukuran normal/kecil saja ya! Atau lebih baik dilepas aja biar lebih aman. Seperti pas foto formal lainnya, aku sarankan untuk memakai pakaian yang rapi. Saranku untuk memakai pakaian yang ada kerahnya seperti kemeja. Jangan pakai kemeja warna putih karena backgroundnya putih, pilih warna yang kontras dari backgroundnya ya.

Dokumen yang diajukan tebal nggak?
Untuk dokumennya sendiri, ada ketentuan bahwa semua dokumennya harus dalam bentuk kertas A4 (di formnya sih seharusnya berat kertasnya 80g/㎡, tapi jujur aja aku nggak tau dokumen-dokumen aku kertasnya beratnya berapa hahaha). Ini termasuk untuk fotokopi passport dan KTP, serta dokumen fotokopi lain yang bentuknya mungkin bukan dalam kertas A4 (contoh: dokumen keuangan yang bentuknya agak panjang). Kan sering tuh, orang-orang fotokopi KTP habis itu digunting, nah untuk yang ini jangan ya, biarkan aja dalam ukuran A4. Kemudian dokumen yang kecil-kecil ini harus dalam kertas A4 yang terpisah ya! Jangan digabung, fotokopi KTP selembar, fotokopi passport selembar, etc.
Ketebalan dokumennya tergantung ya, terutama di bagian dokumen keuangan. Kalau rekening korannya banyak transaksi, otomatis akan jadi lebih tebal. Kalau aku, dokumen keuangan aku rapiin lagi. Misalnya, rekening koran bulan Mei ada 3 lembar, nah ketiga lembar ini aku steples, sama halnya untuk bulan-bulan berikutnya. Sisanya aku biarkan lepas. Passportpun tidak aku steples, melainkan aku jepit menggunakan paper clip. Aku bawa beberapa untuk jaga-jaga, tapi di KVAC sendiri ada paper clip kok, jadi biarkan saja petugasnya yang membantu kamu untuk merapikan dokumen-dokumennya.

Aku kan baru mau apply visa, tapi aku belum berani untuk pesen hotel karena takut ditolak. Nah, di bagian tempat tinggal di Korea, sebaiknya diisi apa ya?
Sebaiknya tetap booking tempat tinggal dulu, biar ada alamatnya. Bukan sponsor (tapi aku harap bakal disponsorin, hahaha), tapi kamu bisa check booking.com — disini kamu tidak akan di charge apapun sebelum kamu sampai kamu bayar saat tiba hotel. Tapi hotel kamu sudah di book dan dapat kalian cancel sebelum tanggal deadline yang sudah mereka tentukan secara otomatis. Kamu juga bisa check traveloka atau tiket.com karena ada beberapa hotel di platform mereka dimana terdapat pilihan kamar hotel yang bisa kamu pesan dengan pilihan free refund/refundable jika kalian membatalkan pesanan kalian sebelum deadline yang mereka tentukan.

Nah, sepertinya sudah cukup panjang ya post aku hari ini. Semoga dapat membantu kalian diluar sana yaa! Jika ada lagi pertanyaan tentang pengalamanku, bisa langsung tinggalkan di bagian comment ya. Tentu saja, kalau ada pertanyaan mengenai visanya sendiri, bisa langsung contact KVAC ya! Tidak sponsor dan tidak berbayar kok ini, karena akupun nungguinnya deg-degan maksimal hahaha!

Annyeong~!

0 comments: